INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Ada banyak indikator yang membuat saya memperkirakan harga tembaga akan naik tajam.
WinASO Disk Cleaner Crack
Pertama, persediaan tembaga di LME terus menurun. Selama 2022, persediaan tembaga di LME termasuk yang stabil. Tapi memasuki 2023, inventory level menurun cepat. Dari 89 KT pada awal tahun menjadi kurang dari 82 KT pada 18 Januari lalu.
Kedua, China reopening akan meningkatkan permintaan yang besar terhadap tembaga.
Ketiga, Peru sebagai produsen konsentrat tembaga nomor 2 terbesar dunia - di bawah Chili di atas China - sedang mengalami gangguan demonstrasi dan kerusuhan sosial. Mengutip Blomberg.com, Las Bambas produsen terbesar ke 3 di Peru sudah berhenti berproduksi sejak 03 Januari lalu. Demikian juga dengan Glencore Plc's Antapaccay, karena akses ke pelabuhan tertutup. Dua perusahaan itu memasok sekitar 2% kebutuhan konsentrat tembaga dunia.
Keempat, dalam jangka yang lebih panjang kebutuhan tembaga akan terus meningkat. Dalam program green energy - khususnya electric vehicles dan power storages - logam yang paling banyak dibutuhkan adalah tembaga.